Translate

Rabu, 31 Agustus 2011

Beberapa Kekeliruan Dalam Hari Raya Idul Fitri

Setelah melaksanakan ibadah shaum (puasa) selama 1 bulan, Umat Islam di seluruh dunia merayakan hari raya Idul Fitri. Ketika mendengarkan kultum setelah sholat dzuhur beberapa waktu lalu di kantor, ustadz pembicara (saya lupa namanya) menyoroti ada beberapa kekeliruan yang terjadi di masyarakat terkait dengan hari raya Idul fitri. Saya tidak mengatakan bahwa pendapat ustadz itu seluruhnya benar atau salah, saya hanya coba membagi pengetahuan yang saya peroleh tersebut. Berikut ini beberapa kekeliruan yang disorotinya :
 
Pertama adalah pengertian dari Idul Fitri itu sendiri. Selama ini Idul fitri diartikan sebagai “kembali ke pada fitrah” ataupun “kembali suci”. Padahal kalau dilihat artinya dalam bahasa Arab bisa menimbulkan perbedaan pengertian. Kata ‘Id berasal dari kata “Ada-Yaudu” yang maknanya kembali, sedangkan fitri berasal dari kata iftor yang maknanya berbuka. Jadi ‘Idul fitri sebenarnya bermakna “kembali berbuka setelah melaksanakan shaum selama 1 bulan”, bukanlah kembali suci yang selama ini dipahami oleh sebagian masyarakat Indonesia.

Yang kedua adalah istilah zakat yang wajib dibayarkan sebelum sholat ‘id. Selama ini masyarakat mengenalnya dengan sebutan “zakat fitrah”, padahal sebutan yang benar adalah “zakat fitri” sesuai dengan hari raya Idul fitri. Zakat fitri ini wajib dibayarkan sebagai penyempurna ibadah shaum, waktunya hingga sebelum khotib sholat ‘id naik ke atas mimbar. Bila lewat dari waktu tersebut, maka hanya dianggap sebagai infaq biasa.

Yang ketiga adalah pelaksanaan sholat ‘id. Sholat ‘id hukumnya sunnah muakad, tempat pelaksanaannya di lapangan ataupun tempat terbuka bukannya di masjid. Selama hidupnya Rasulullah melaksanakan sholat ‘id di tempat lapang dan tidak pernah didalam masjid sekalipun di dalam masjidil Haram ataupun masjid Nabawi meskipun diketahui bahwasanya pahala sholat di masjid tersebut lebih besar dibandingkan sholat di masjid lain.

Yang keempat adalah khutbah sholat ‘id. Khutbah hanya dilakukan satu kali, berbeda dengan khutbah sholat jum’at dimana khotib duduk di antara 2 khutbah. Hukum mendengarkan khutbah ‘id pun hanya sunah, berbeda dengan khutbah sholat jum’at yang wajib dan merupakan bagian dari ibadah sholat jum’at itu sendiri.

Yang kelima adalah tata cara sholat ‘id. Sholat ‘id dilaksanakan 2 raka’at dimana pada rakaat pertama ada 7 takbir setelah takbiratul ihram dan 5 takbir di rakaat kedua setelah takbir bangun dari sujud. Rasulullah tidak pernah memberikan contoh bacaan khusus diantara takbir-takbir tersebut. Hanya saja ada seorang sahabat yang menambahkan dengan kalimat :”Subhanallah Walhamdulillah Wa Laa ilaha ilallah Wallahu Akbar”, hal ini tidak dilarang oleh Rasulullah.

Yang keenam adalah masalah takbir menyambut hari raya Idul Fitri. Takbir hanya dilakukan selama perjalanan sebelum sholat ‘id hingga sesaat sebelum khotib naik mimbar. Dan hanya dilakukan secara perseorangan, bukannya dilakukan secara berjama’ah. Jadi acara malam takbiran yang terjadi di masyarakat saat ini sesungguhnya tidak pernah dilakukan selama zaman Rasulullah.

Yang ketujuh adalah ucapan dalam hari raya Idul fitri. Dalam masyarakat Indonesia dikenal ucapan “Minal Aidzin Wal Faidzin”. Ucapan ini tidak ada landasan yang kuat dan entah sejak kapan dikenal di masyarakat. Ucapan yang diajarkan Rasulullah dalam hari raya Idul Fitri adalah “Taqoballahu Minna Wa Minkum ” yang artinya Semoga Allah menerima ibadah kita semua.

Sejauh ini baru 7 hal yang saya ingat disampaikan oleh ustadz pembicara dalam kultum sholat dzuhur tersebut mengenai kekeliruan dalam hari raya Idul fitri. Semoga hal ini bermanfaat dan memacu kita (terutama saya) untuk lebih kritis mencari dalil ataupun landasan dalam melaksanakan ibadah. Wallahu ‘alam bi showab.

*Berbagai Sumber*

Kamis, 25 Agustus 2011

Sebuah Hal Sederhana yang Sulit di temukan, apalagi di kalangan Mahasiswa

 
Hal Sederhana Yang Jarang Dilakukan Kaula Muda Sekarang

Buanglah Sampah Pada tempatnya, itu hal kecil dan paling sederhana yang bisa kita lakukan.
Saat terdapat sampah disekelilingmu, marilah bantu membuangnya ditempat yang telah disediakan (tempat sampah).

Gambar diatas adalah Sebuah Hal Sederhana yang Sulit di temukan, apalagi di kalangan Mahasiswa.

Mari kita Biasakan Membuang Sampah Pada Tempatnya.
"Buanglah Sampah Pada Tempatnya"

Senin, 22 Agustus 2011

Alasan Ketika Seorang Perempuan Menangis

Jika seorang perempuan menangis dihadapanmu,
Itu berarti dia tak dapat menahannya lagi..


Jika kamu memegang tangannya saat dia menangis,
Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu.

Jika kamu membiarkannya pergi,
Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yang dulu.
Selamanya... .


Seorang perempuan tidak akan menangis dengan mudah,
Kecuali didepan orang yang amat dia sayangi..dia akan menjadi lemah.


Seorang perempuan tidak akan menangis dengan mudah,
Saat dia merasa bahwa dia sangat menyayangimu, dia akan menurunkan rasa egoisnya..

Lelaki, jika seorang perempuan pernah menangis karena mu,
Tolong pegang tangannya dengan lembut, perhatian dan pengertianmu.
Dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu.


Lelaki, jika seorang perempuan menangis karenamu.
Tolong jangan menyia-nyiakannya.
Mungkin karena keputusan yang kau buat, akan merusak kehidupannya.

Saat dia menangis didepanmu, Saat dia menangis karenamu,
Lihatlah matanya....
Dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakannya?


Pikirkan....
perempuan mana lagikah yang akan menangis dengan tulus, penuh kasih dan rasa sayang,
Didepanmu dan karenamu..

Dia menangis bukan karena dia lemah
Dia menangis bukan karena dia menginginkan simpati atau rasa kasihan.

Dia menangis,
Karena menangis dengan diam-diam
tidaklah memungkinkan lagi.

Lelaki
Pikirkanlah tentang hal itu

Jika seorang perempuan menangisi hatinya untukmu,
Dan semuanya karena dirimu.

Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah kau lakukan untuknya,
Hanya kau yang tahu jawabannya..



Pertimbangkanlah..
Karena suatu hari nanti
Mungkin akan terlambat untuk menyesal,
Mungkin akan terlambat untuk bilang 'MAAF'!!

Karena..
Perempuan yang sudah kau lukai hatinya tidak akan berbalik padamu untuk berbahagia bersamamu,
saat perempuan itu kembali padamu, berhati - hatilah karena dia kembali untuk mengembalikan semua luka yang telah kau torehkan.



*berbagai Sumber*

Minggu, 21 Agustus 2011

Cinta ini untuk mama

"Rosa, bangun.. Sarapanmu udah mama siapin di meja."
Tradisi ini sudah berlangsung 26 tahun, sejak pertama kali
aku bisa mengingat tapi kebiasaan mama tak pernah
berubah. "Mama sayang. ga usah repot-repot ma, aku
sudah dewasa." pintaku pada mama pada suatu pagi.
Wajah tua itu langsung berubah.

Pun ketika mama mengajakku makan siang di sebuah
restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar
semuanya, ingin kubalas jasa mama selama ini dengan hasil
keringatku.. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan.

Kenapa mama mudah sekali sedih? Aku hanya bisa
mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami
kesulitan memahami mama karena dari sebuah artikel yang
kubaca, orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan
cenderung untuk bersikap kanak-kanak. tapi entahlah..
Niatku ingin membahagiakan malah membuat mama sedih.
Seperti biasa, mama tidak akan pernah mengatakan
apa-apa.

Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya "Ma, maafin
aku kalau telah menyakiti perasaan mama. Apa yang bikin
mama sedih?" Kutatap sudut-sudut mata mama, ada
genangan air mata di sana. Terbata-bata mama berkata,
"Tiba-tiba mama merasa kalian tidak lagi membutuhkan
mama. Kamu sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri
sendiri. Mama tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk
kamu, mama tidak bisa lagi jajanin kamu. Semua sudah
bisa kamu lakukan sendiri"

Ah, Ya Tuhan, ternyata buat seorang Ibu, bersusah payah
melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu
hal yang tak pernah kusadari sebelumnya.

Diam-diam aku merenungkan. Apa yang telah
kupersembahkan untuk mama dalam usiaku sekarang?
Adakah mama bahagia dan bangga pada putrinya?

Ketika itu kutanya pada mama. Mama menjawab "Banyak
sekali nak kebahagiaan yang telah kamu berikan pada
mama. Kamu tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah
kebahagiaan. Kamu berprestasi di sekolah adalah
kebanggaan buat mama. Setelah dewasa, kamu berprilaku
sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan
buat mama. Setiap kali binar mata kamu mengisyaratkan
kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua."

Lagi-lagi aku hanya bisa berucap "Ampunkan aku ya Tuhan
kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan
kepada mama. Masih banyak alasan ketika mama
menginginkan sesuatu."Betapa sabarnya mamaku melalui
liku-liku kehidupan..

Mamaku seorang yang idealis, menata keluarga, merawat
dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu
yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Ah, maafin
kami mama.....18 jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak
pernah membuat mama lelah..
Sanggupkah aku ya Tuhan?

"Rosa, bangun nak.. sarapannya udah mama siapin dimeja..
"Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan
kurangkul mama sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang
mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan
kuucapkan.. "Terimakasih mama, aku beruntung sekali
memiliki mama yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan
mama." Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan..

Cintaku ini milikmu, Mama. Aku masih sangat
membutuhkanmu.. Maafkan aku yang belum bisa
menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..

Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan
dengan kalimat
"Aku sayang padamu." Namun begitu, Tuhan menyuruh kita
untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada
orang yang kita cintai..Ayo kita mulai dari orang terdekat
yang sangat mencintai kita, Ibu..Walau mereka tak pernah
meminta. Percayalah..kata-kata itu akan membuat mereka
sangat berarti dan bahagia..

"Ya Tuhan, cintailah mamaku, beri aku kesempatan untuk
bisa membahagiakan mama selagi ENGKAU mengizinkan
aku hidup. Dan jika saatnya nanti mama Kau panggil,
terimalah dan jagalah ia disisiMu..Titip mamaku ya Tuhan.."

Untuk dan oleh semua Ibu yang mencintai anak-anaknya
dan semua anak yang mencintai Ibunya..

*berbagai sumber*







Sabtu, 20 Agustus 2011

Kisah Mengharukan Anak Yang Mencoret Mobil Ayahnya

Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.


Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan , tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah adam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.



Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.




Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?… Bagaimana Dita mau bermain nanti ?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-ulang.


Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..


*berbagai sumber*

Kisah tentang 4 Lilin

Ada 4 lilin yang sedang menyala, sedikit demi sedikit meleleh. Dalam kesunyian terdengar percakapan mereka :


Lilin 1: “Aku adalah damai, tapi manusia tidak mengajakku lagi, aku tak lagi berguna, lebih baik aku matikan saja diriku”. Lalu sang lilin “mematikan dirinya”.

Lilin 2: “Aku adalah iman, aku juga tidak berguna lagi bagi manusia, mereka tidak pernah mengajakku lagi, lebih baik aku tidak menyala saja! Lalu “tiupan angin” mematikan lilin 2.

Lilin 3: “Aku adalah cinta, tapi aku juga tak berguna bagi manusia, karena mereka selalu saling membenci, bahkan membenci orang yang dicintainya atau yang mencintainya; jadi lebih baik aku matikan saja diriku. Maka lilin 3 pun mati.

Tiba-tiba seorang anak kecil masuk kedalam ruangan itu. Karena “menghadapi kegelapan” anak itu berteriak, “Kenapa kalian mati!? Aku takut kegelapan,” katanya sambil menangis tersedu-sedu.

Lalu lilin 4 berkata: “Anak kecil, jangan menangis, selama masih ada aku! Mari.. kita nyalakan ke3 lilin itu.”

Lalu sang anak mengambil lilin 4. Dengan lilin itu dinyalakannya ketiga lilin yang sudah mati, sehingga ruangan menjadi terang kembali, lebih terang dari sebelumnya.

Ternyata lilin 4 itu adalah H A R A P A N.



*berbagai sumber*